Pelebaran Jalan di Jalur Utama Menuju Sekura – Paloh

Pemerintah mulai melakukan pelebaran jalan yang dimulai dari Ds. Kartiasa (Kec. Sambas) menuju Tanjung Harapan (Kec. Teluk Keramat). Ini adalah tindak lanjut dari Pembangunan PALSA (Kawasan Perbatasan) yang telah dimulai sejak periode Pemerintahan Burhanuddin – Prabasa (masa jabatan 2001 – 2006) : Bupati dan Wakil Bupati Sambas dengan program TERIGAS nya. (menurut pemahaman ku).

Pelebaran jalan ini sangat diperlukan tuk memperlacar arus lalu lintas nantinya, terutama dalam menunjang pergerakan roda perekonomian yang lebih maju di masa mendatang.

Dilihat dari partisipasi warga yang telah merelakan (ikhlas maupun tidak) sebagian tanah di depan rumah mereka tuk dikerok pake JUMBO (baca: bulldozer), rasa antusias warga menanggapi pembangunan ini bisa dibilang positif walaupun ada sebagian warga yang telah mencangkul tanah tersebut tapi timbunan tanahnya diangkut ke tempat lain (ke belakang rumah misalnya) tidak tuk ditimbun ke tepi jalan yang bakal dilebarkan.

Dan ada juga warga (tempat langgananku beli bensin tiap pulang kantor) yang mengeluh karena sebagian dari warungnya bakalan tersedot tuk penimbunan sayap jalan tersebut sedangkan lokasi tuk mendirikan warung baru sangat tidak strategis. Namun demikian, mereka hanya pasrah dan ikhlas tuk menyerahkannya. Sikap seperti inilah yang harus dicontoh, sehingga pembangunan yang dijalankan bisa berjalan sesuai rencana.

Dulu sebelum pelebaran jalan ini diaktualisasikan, pernah kami diskusi tentang kepentingan pemerintah ini dibandingkan dengan kepentingan warga. Aku bilang, kasihan warga yang pintu rumahnya sangat dekat dengan jalan (termasuk warung). Tapi, temanku menyanggah karena katanya dulu pernah ada peraturan pemerintah yang mengatur tata letak pemukiman penduduk secara general yaitu beberapa meter dari ruas jalan (kalo tidak salah sekitar 10 s/d 25 meter). Namun sayang, sampai sekarang kami belum menemukan peraturan maupun undang-undang yang mengatur perihal tata letak tersebut.

Tetapi, walaubagaimanapun “Tanah, air dan udara serta segala sesuatu sumber daya alam yang ada di atasnya adalah milik negara” (menurut pengertianku), jadi pemerintah berhak tuk mengatur terselenggaranya proses pembangunan seperti ini baik di dalamnya terdapat indikasi setuju maupun tidak setuju dari warga.

Demikian

Perihal maxx
Dulu saya sekolah di SMK Jurusan Sekretaris, dan pernah kuliah di FKIP Untan Jurusan PBS (Bahasa Inggris) - tidak kelar sih. Saya hanya blogger biasa, tidak sedang berusaha menghasilkan uang lewat ngeblog, tapi jika ada yang mau ngasih uang kepada saya, gak bakalan saya tolak. Hehehe... Just Kidding! Happy surfing, moga menemukan apa yang teman-teman cari!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: