Perbaikan Jalan Teluk Kalong Menuju Paloh

Bahagia rasanya melihat adanya perbaikan jalan yang kulalui setiap hari (PP) tuk pergi ke kantor dari tempat tinggal ku sekarang (Ds. Matang Danau Dsn. Perigi Nyatuk Kec. Paloh) ke tempat kerja ku (Kantor Bupati Sambas / Sekretariat Daerah Kab. Sambas) yang menempuh jarak sekitar 30 an (tigapuluhan) kilometer.

Ya lumayanlah, dengan berkurangnya lobang di jalanan setidaknya bisa mengurangi biaya bensin yang dikonsumsi Jupiter Z ku. Dan yang lebih penting lagi, aku bisa nyampe ke kantor lebih cepat lagi dari hari-hari biasanya walaupun berangkat pada jam yang sama.

Namun demikian, aku masih menyangsikan perbaikan jalan ini karena melihat pengerjaannya yang terkesan asal-asalan (pokoknya perbaikan jalan ya sudah… ). Terang aja, kulihat cairan ter (aspal) yang disiramkan ke batu hanya sebatas penyiraman tipis yang bahkan tidak bisa merekat batu-batu yang ditaburkan (ditimbunkan) ke jalan yang rusak.

Seperti perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu, kuperhatikan hanya bisa bertahan selama minimal 1 (satu) bulan dan maksimal 3 bulan. Setelah waktu tersebut, batu-batu yang tadinya direkatkan (ditambal) ke jalan yang berlobang (rusak) sudah kembali tercerai berai (emang kaca kali yah…).

Melihat kondisi pembangunan yang terkesan asal-asalan seperti ini, aku jadi prihatin. Prihatin karena sampai kapankah Kabupaten Sambas harus seperti ini? Pembangunan “setengah hati” yang dilontarkan dari mulut orang-orang yang selalu memperhatikan kondisi pembangunan di daerah ini hampir 100% benar jadinya. Mereka mengatakan demikian tentu pasti ada alasan dan landasan pemikiran mereka sendiri. Sedangkan kemampuan mereka hanya sebatas “melihat dan memperhatikan” jalannya roda pembangunan, khususnya di Kabupaten Sambas.

Orang-orang yang bisa dibilang kaum “terpelajar” seperti mereka hanya bisa bicara karena mereka tidak punya kemampuan dan kewenangan tuk merubah keadaan seperti ini. Kita pasti sudah Tahu Sama Tahu siapa yang paling layak tuk bertanggung jawab. Sebagai rakyat kecil, kita hanya bisa “melihat, mendengar, dan merasa” bukan tuk MEROBAH.

Salam

Perihal maxx
Dulu saya sekolah di SMK Jurusan Sekretaris, dan pernah kuliah di FKIP Untan Jurusan PBS (Bahasa Inggris) - tidak kelar sih. Saya hanya blogger biasa, tidak sedang berusaha menghasilkan uang lewat ngeblog, tapi jika ada yang mau ngasih uang kepada saya, gak bakalan saya tolak. Hehehe... Just Kidding! Happy surfing, moga menemukan apa yang teman-teman cari!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: