Simpati Makin PeDe Di Sambas

Seperti biasanya, setelah promo habis-habisan dari operator seluler pada tarif telponnya, sudah bisa dipastikan harga kartu perdananya juga bakalan naik secara drastis.

Sama halnya ketika XL Bebas dengan kampanye tarif Rp.1,- / detiknya yang memicu kenaikan harga kartu perdananya dari harga biasanya di kisaran Rp.7.500,- hingga Rp.10.000,- yang naik menjadi belasan ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah. Kini giliran simpati mendombrak penjualan kartu perdananya yang semula bisa didapatkan di kisaran harga Rp.10.000,- s/d Rp.15.000,- sekarang sudah naik mencecah harga Rp.30.000,- bahkan di Kota Sambas sendiri sempat terjadi kekosongan stok dimana hampir seluruh toko handphone kehabisan stok kartu perdana simpatinya. Hebat, sungguh mengesankan juga karena sebelumnya XL yang telah mendahului dengan promo tarif termurahnya (situasi di Kota Sambas) masih tidak segencar PeDe (Per Detik).

Mengapa? Kemungkinan besar karena penggunaan kartu GSM dari Telkomsel sudah lazim sejak pertama jaringan GSM muncul di Sambas baik tuk produk Simpatinya sendiri maupun kartu AS. Tuk Halo sendiri masih belum lazim karena hanya sebagian kalangan elite (yang sudah mapan tentunya) yang makenya. Heheh… saya sendiri gak make, gak tau juga kenapa, mungkin emang blom elite kali yah…. Wakakak… yang jelas buat saya, pake Paskabayar emang gak seenak pake paska bayar. Alasannya? Gak usah ah… itu rahasia saya. Okay, kembali ke alur cerita.

Selain udah lazim dipake, yang jelas karena sebagian besar pake Telkomsel tentunya program Simpati PeDe ini berjalan mulus di kota yang masih terkenal dengan “bubor paddas”nya ini. Dan yang masih mengiang di pikiran saya adalah faktor jaringan.

Tentunya hal ini yang menjadi pertanyaan dan pertimbangan saya tuk make PeDe. Berbeda dengan XL Bebas, ketika tarif Rp.1,- / detiknya (yang sekarang katanya sudah jadi Rp.0,1,-/detik) mulai dikenal masyarakat, permintaan terhadap kartu bebas yang naik hampir setara PeDe, namun disayangkan ketika kita sedang berkomunikasi. Faktor jaringan yang terlalu padat ternyata malah menyulitkan konsumen tuk berkomunikasi lewat layanan telponnya, bahkan sms pun kadang-kadang (sering kali) sangat sulit. Tapi, ada untungnya juga di balik kepadatan yang terjadi kemaren (di awal-awal promo bebas 1 rupiah ini). Kita sempat menggunakan trik tertentu yang kemudian bisa nelpon satu rupiah per detik ke seluruh operator di Indonesia. Setelah kebocoran ini dipatch, ternyata kepadatan masih juga terjadi sampai saat ini dan komunikasi pake XL Bebas masih sangat sulit walaupun hubungan kita hanya sebatas sesama operator. Gimana kalo antar operator yah???

Simpati PeDe sangat beda. Walaupun lonjakan user tentunya juga bisa dikatakan sama atau bahkan lebih banyak, tapi kepadatan jaringan tidak terjadi. Nah, ini kelebihannya. Komunikasi bisa berjalan lancar dan jelas serta tidak adanya gangguan di jaringan. Tapi hal ini bisa diakui karena emang telkomsel udah berpredikat operator terkemuka di Indonesia, jadi wajar aja kayaknya.

Kalo soal kekurangannya, pernah waktu teman saya nelpon selama 2 jam penuh, pas di hitungan menit terakhir (2 jam) komunikasi langsung terputus padahal pulsa masih banyak. Nah ini yang sampai sekarang masih dipertanyakan temanku. Apakah hal ini faktor kesengajaan (dari pihak operator) atau karena memang waktu itu jaringan kebetulan lagi terputus, misteri kayaknya.

Akhirul kalam, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel atas promo ini (mudah-mudahan lama, dan kalo boleh bisa fix gitu loh… )

NB: tarif XL Bebas Nelpon Rp.0.1,-/detik ini (tarif sekarang) sulit dipahami jika konsumen tidak jeli, karena ternyata syaratnya sangat rumit. Memang katanya tarifnya segitu tuk nelpon ke semua operator, tapi apakah “benar-benar” demikian?. Mohon diperhatikan buat konsumen XL Bebas, dan ini bukan promosi dari saya lho pengen ngejelekin satu pihak dan membaguskan pihak lainnya. Tapi kita lihat saja kenyataan di lapangan.

salam

maxx d’nubi

Perihal maxx
Dulu saya sekolah di SMK Jurusan Sekretaris, dan pernah kuliah di FKIP Untan Jurusan PBS (Bahasa Inggris) - tidak kelar sih. Saya hanya blogger biasa, tidak sedang berusaha menghasilkan uang lewat ngeblog, tapi jika ada yang mau ngasih uang kepada saya, gak bakalan saya tolak. Hehehe... Just Kidding! Happy surfing, moga menemukan apa yang teman-teman cari!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: